Celoteh pelepas Penat

Perihal sesuatu yang sudah berada di masa lampau, maka kenanglah selayaknya kau menyimpan sesuatu yang berharga sebaik baiknya.

Aku tahu, dan aku paham. Kadang  konflik terbesar dan yang sulit untuk “tegas” pada keputusan adalah konflik dengan keluarga sendiri.

Ada suatu kondisi dimana satu keluarga belum bisa menyelaraskan sebuah “keinginan” untuk masa yang akan datang.

Keinginan yang belum selaras itu yang menjadi sebuah “penyakit” dalam bahtera keluarga.

Sebenarnya, jika satu diantara dua orang(ataupun golongan) itu benar benar ikhlas untuk “merelakan” dan “mengiklaskan” keinginanya. Barangkali tak akan ada yang “tersakiti” bahkan semua akan baik baik saja.

Tetapi, anehnya kadang kedua golongan yang berkehendak berbeda itu terlalu egois.

Bagaimana mungkin jika golongan A menginginkan kehendak X, sementara golongan B menginginkan kehendak Y. Tentulah tak akan ada “titik temu” diantara kedua golongan. Bahkan jika dilanjut hanya akan menambah “beban kepala” diatara dua golongan tersebut bukan.?

Lantas, bagaimana jalan untuk mengatasi semuanya?

Jika satu diatara golongan itu sadar bahwa “perbedaan pendapat itu tidak baik” maka mengalahlah dan turunkan ego. Toh, kita tak akan pernah tahu keinginan mana yang diridhoi oleh Allah bukan?.

Ya, semua masalah hanya perlu diskusi. Untuk apa menjadi golongan muda(si anak) yang memiliki keinginan “selangit” tapi tidak di ridhoi oleh golongan tua?

Ya, untuk apa ?
Bukankan Ridho Allah kepada anak tergantung pada ridho orang tua, ?

#Mikir!

[Isak dalam tangis 1.06.18]

Iklan

99 Days Challenge

Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri  [Ar – Ra’d ayat 11]

image

Ketika sinyal kebaikan datang pada kita apa yang akan kita lakukan? Menerima ataukah membiarkannya?
Sebuah sinyal yang mendorong kita untuk berbuat baik. Sebuah dorongan yang barang kali akan menyelamatkan kita di akhrirat kelak. Sebab dengan sinyal inilah kita diberikan jalan agar kita bisa melakukan banyak kebaikan bagi banyak orang.

Merubah yang tak pantas menjadi pantas. Merubah yang tadinya istiqomah menjadi istiqomah. Merubah yang tadinya memiliki pola pikir yang buruk menjadi baik. Merubah yang tadinya memiliki berbagai bentuk kemalasan menjadi sesuatu yang dapat mendorong kita untuk “berbuat sigap”

Cerita ini, postingan ini, dan catatan ini. Semoga menjadi saksi di harapan Allah. Bahwa iya Saya menerima tantangan 99 Days Challenge yang dibuat oleh diri saya sendiri. Dengan niat ikhlas lillahita’ala dan mengharapkan ridho Allah saya akan belajar menjadi seorang hamba yang lebih baik dari masa lalu saya.

Dan untuk itulah postingan ini dibuat, semoga Allah meridhoi apa sudah,menjadi “niat” awal. Dan semoga Allah memudahkan semuanya.

Terutuk kamu wahai diri..
Jadilah seperti yang kau mau
Mengabdilah pada Tuhanmu
Jangan biarkan sesuatu yang tidak baik menjadi temanmu
Berusahalah untuk selalu taat Padanya
Jangan biarkan sesuatu yang tidak baik berada pada dirimu
Dan mengertilah..
Ketahuilah bahwa “Allah tidak akan merubah suatu kaum sebelum kaum tersebut mengubah keadaan diri mereka sendiri”

Maka,
Merendahlah serendah rendahnya di hadapan Tuhanmu.
Dan kau, harus percaya pada semuanya.
Bahwa semua akan baik baik saja, selama kau masih mengingat Allah sebagai tuhanmu.

Purbalingga 4 Mei 2018

Aksaraku Kembali

Pernahkah menahan rindu?

Kau tahu, mungkin banyak orang yang sering bahkan terlalu sering menahan rindu.

Rindu pada masa kecil, yang telah berlalu.
Rindu ‘kenangan’ bersama Orang Tua saat kecil.
Rindu kumpul keluarga besar.
Atau bahkan merindukan ‘Seseorang Yang Tidak Seharusnya Dirindukan’?

Sudahlah tak usah mengelak, semua orang pernah berada di puncak kerinduan tertinggi.

Oiya, bagi kamu yang merindukan seseorang yang tidak seharusnya di rindukan.
Masihkan mau berada di puncak kerinduanmu terus menerus?
Sudahlah, jangan terlalu di rindukan..
Sebab sesuatu yang ‘tidak seharusnya’ terkadang hanya akan mengindahkan sesuatu yang belum ‘indah’ 🙂

Lupakan sejenak tentang kerinduan semu, sebab ketika Dia benar benar merindukanmu.
Dia akan melakukan ‘sesuatu’ yang belum pernah kau pikirkan sebelumnya. 
Agar Rindu-Nya terobati.
Agar kau kembali pada “Kerinduan” yang “Seharusnya”

Rika paham kan ?
#SingPekaYa

Tentang Sosok Itu

Mencoba merangkai kata dari sebuah tenaga yang tersisa. Dalam beberapa purnama kemarin, apakah kau tak merasa iba pada dirimu sendiri? Apakah kau tak merasa iba pada orang yang sangat kau cintai? Apakah kau tak merasa iba pada mereka yang menyayangimu hingga sebesar ini?

Jawablah..!
Kau boleh saja menangis ketika kau menjawab semua perkataan yang ku lontarkan.
Kau boleh saja menyesallinya..
Tapi untuk apa?
Untuk apa kau menyesalinya, jika ujung ujungnya mengulanginya (lagi)
Untuk apa kau menangisi atas masa masa yang telah berlalu, sementara kau mengulanginya kesalahan lagi dan lagi
Apa tak sadar!
Apa kau benar benar tak peka!
Apa hatimu terkunci?!

Jawablah wahai diri..!
Jawablah semua pertanyaan yang ku lontarkan padamu.
Pertanggung jawabkanlah pertanyaanku hari ini
Ingatlah pada orang orang yang telah kau sakiti dalam kedustaanmu.
Ingatlah mereka yang benar benar sangat menyayangimu
Ingatlah pada kedua sosok orang tua yang telah membesarkanmu.

Kau bukan sosok Penakut kan?
Kau bukan sosok Pecundang kan?
Kau bukanlah orang yang selalu lari dari masalah kan?
Kau bukan sosok sosok yang ku takuti dalam diri orang orang diluar sana kan?

Belajarlah dan kembalilah….!
Aku benar benar rindu sosokmu
Adikmu benar benar rindu sosok kakaknya
Orang tuamu benar benar rindu akan sosok putri pertamanya
Walau mereka tak mengungkapkannya langsung padamu
Kembalilah teman!
Kami sangat merindukankmu. :’

Karena sejatinya yang harus kau katakan adalah Tak ada masalah harus terlalu dipikirkan, yang ada hanyalah sebuah anak tangga menuju anak tangga lainnya yang lebih tinggi”

Purbalingga, 15 Januari 2017

Nining Purwati

Kesalahan Tanpa Sebab

Semacam harus membenci seseorang, tetapi untuk apa dibenci.
Semacam harus menegarkan diri sendiri, padahal tak ada masalah yang terlalu “Berat”
Luka kadang karena kecerobohan sendiri.
Jadi jangan salahkan orang lain jika memang benar benar terluka.
Jangan pernah membenci orang lain jika dirimu terluka.

Yang pegang pisaunya siapa?
Yang melakukannya siapa?
Yang ceroboh siapa?

Bukankah semua berasal dari diri sendiri?
Pahami saja dirimu..
Pahami saja emosimu..
Pahami saja..!!
Jangan salahkan orang lain ketika kau terluka, karena yang memegang pisaunya adalah dirimu sendiri.

Tak harus dibahas dengan orang lain dan melibatkan orang lain..
Harus kuat lawan diri sendiri.. :’)

Purbalingga 10 Januari 2016

Rindu Sebuah Nama

Lelah tak menentu,
Seperti kehilangan sebuah pegangan.
Lalu lalang dala dunia yang semu.
Menggenggam, bercengkrama, tapi tak penah merasakan hasilnya.
Ibarat sebuah mata yang tak lagi bisa melihat.
Seperti mata yang buta tapi tetap bisa melihat sekeliling.

Ada jarak..!!
Ada jalur pemisah!!
Kau tahu..
Perasaan yang selama ini ku genggam?
Kadang bisa saja ku ungkapkan tiba tiba.
Tapi…..

Ah, entahlah….
Kadang ku berfikir, itu hanyalah hal bodoh.
Sama halnya ketika ku mulai menimbulkan perasaan ini hanya sebuah obrolah.

Mungkin, bertahan…
Adalah cara terbaik.
Tetapi tetap saja rasa itu masih muncul.
Jadi, lebih baik membencimu dalam diamku.

Walau ada kata yang sulit ku hilangkan…
Rindu…

Purbalingga 7 November 2016

Rindu, Apakah ini Cinta

    Lama tak menulis panjang di lapak sendiri, ternyata jempol butuh senam juga. :3
    Tepatnya di awal agustus saya memutuskan untuk putus dengan si WP. Ngga tau juga sih kok bisa ya dulu memutuskan bisa putus bareng si WP (Sekarang saya menyesal, harusna dulu ngga usah diputusin 😂) Awalnya itu pengen bener fokus sama yang disebelah. Karena yang di sebelah menurut saya lebih penting dari pada si WP. Dan dari pada pikiran saya terbagi mending fokus ke salah satu.
    Ehh… Tapi setelah dua bulan berjalan ternyata bener bener rindu dengan si WP. Entah ada yang berbeda selama dua bulan kemarin. Ada ada saja yang bikin hati ngga plong Di setiap harinya. Setelah telusuri lebih dalam ternyaa memang gara gara nulis.. :3
     Ahh.. Memang berbeda hari tanpa nulis dengan hari yang diisi dngan nulis.. :3 ya walaupun Tulisan asih acak acakan begini.. Wkwkwk
    Begitu rindunya apakah ini awal dari cinta pada dunia kepenulisan..? :p

Sebuah UngkapanYang Harus Diungkapkan