Aksaraku Kembali

Pernahkah menahan rindu?

Kau tahu, mungkin banyak orang yang sering bahkan terlalu sering menahan rindu.

Rindu pada masa kecil, yang telah berlalu.
Rindu ‘kenangan’ bersama Orang Tua saat kecil.
Rindu kumpul keluarga besar.
Atau bahkan merindukan ‘Seseorang Yang Tidak Seharusnya Dirindukan’?

Sudahlah tak usah mengelak, semua orang pernah berada di puncak kerinduan tertinggi.

Oiya, bagi kamu yang merindukan seseorang yang tidak seharusnya di rindukan.
Masihkan mau berada di puncak kerinduanmu terus menerus?
Sudahlah, jangan terlalu di rindukan..
Sebab sesuatu yang ‘tidak seharusnya’ terkadang hanya akan mengindahkan sesuatu yang belum ‘indah’ 🙂

Lupakan sejenak tentang kerinduan semu, sebab ketika Dia benar benar merindukanmu.
Dia akan melakukan ‘sesuatu’ yang belum pernah kau pikirkan sebelumnya. 
Agar Rindu-Nya terobati.
Agar kau kembali pada “Kerinduan” yang “Seharusnya”

Rika paham kan ?
#SingPekaYa

Iklan

Tentang Sosok Itu

Mencoba merangkai kata dari sebuah tenaga yang tersisa. Dalam beberapa purnama kemarin, apakah kau tak merasa iba pada dirimu sendiri? Apakah kau tak merasa iba pada orang yang sangat kau cintai? Apakah kau tak merasa iba pada mereka yang menyayangimu hingga sebesar ini?

Jawablah..!
Kau boleh saja menangis ketika kau menjawab semua perkataan yang ku lontarkan.
Kau boleh saja menyesallinya..
Tapi untuk apa?
Untuk apa kau menyesalinya, jika ujung ujungnya mengulanginya (lagi)
Untuk apa kau menangisi atas masa masa yang telah berlalu, sementara kau mengulanginya kesalahan lagi dan lagi
Apa tak sadar!
Apa kau benar benar tak peka!
Apa hatimu terkunci?!

Jawablah wahai diri..!
Jawablah semua pertanyaan yang ku lontarkan padamu.
Pertanggung jawabkanlah pertanyaanku hari ini
Ingatlah pada orang orang yang telah kau sakiti dalam kedustaanmu.
Ingatlah mereka yang benar benar sangat menyayangimu
Ingatlah pada kedua sosok orang tua yang telah membesarkanmu.

Kau bukan sosok Penakut kan?
Kau bukan sosok Pecundang kan?
Kau bukanlah orang yang selalu lari dari masalah kan?
Kau bukan sosok sosok yang ku takuti dalam diri orang orang diluar sana kan?

Belajarlah dan kembalilah….!
Aku benar benar rindu sosokmu
Adikmu benar benar rindu sosok kakaknya
Orang tuamu benar benar rindu akan sosok putri pertamanya
Walau mereka tak mengungkapkannya langsung padamu
Kembalilah teman!
Kami sangat merindukankmu. :’

Karena sejatinya yang harus kau katakan adalah Tak ada masalah harus terlalu dipikirkan, yang ada hanyalah sebuah anak tangga menuju anak tangga lainnya yang lebih tinggi”

Purbalingga, 15 Januari 2017

Nining Purwati

Kesalahan Tanpa Sebab

Semacam harus membenci seseorang, tetapi untuk apa dibenci.
Semacam harus menegarkan diri sendiri, padahal tak ada masalah yang terlalu “Berat”
Luka kadang karena kecerobohan sendiri.
Jadi jangan salahkan orang lain jika memang benar benar terluka.
Jangan pernah membenci orang lain jika dirimu terluka.

Yang pegang pisaunya siapa?
Yang melakukannya siapa?
Yang ceroboh siapa?

Bukankah semua berasal dari diri sendiri?
Pahami saja dirimu..
Pahami saja emosimu..
Pahami saja..!!
Jangan salahkan orang lain ketika kau terluka, karena yang memegang pisaunya adalah dirimu sendiri.

Tak harus dibahas dengan orang lain dan melibatkan orang lain..
Harus kuat lawan diri sendiri.. :’)

Purbalingga 10 Januari 2016

Rindu Sebuah Nama

Lelah tak menentu,
Seperti kehilangan sebuah pegangan.
Lalu lalang dala dunia yang semu.
Menggenggam, bercengkrama, tapi tak penah merasakan hasilnya.
Ibarat sebuah mata yang tak lagi bisa melihat.
Seperti mata yang buta tapi tetap bisa melihat sekeliling.

Ada jarak..!!
Ada jalur pemisah!!
Kau tahu..
Perasaan yang selama ini ku genggam?
Kadang bisa saja ku ungkapkan tiba tiba.
Tapi…..

Ah, entahlah….
Kadang ku berfikir, itu hanyalah hal bodoh.
Sama halnya ketika ku mulai menimbulkan perasaan ini hanya sebuah obrolah.

Mungkin, bertahan…
Adalah cara terbaik.
Tetapi tetap saja rasa itu masih muncul.
Jadi, lebih baik membencimu dalam diamku.

Walau ada kata yang sulit ku hilangkan…
Rindu…

Purbalingga 7 November 2016

Rindu, Apakah ini Cinta

    Lama tak menulis panjang di lapak sendiri, ternyata jempol butuh senam juga. :3
    Tepatnya di awal agustus saya memutuskan untuk putus dengan si WP. Ngga tau juga sih kok bisa ya dulu memutuskan bisa putus bareng si WP (Sekarang saya menyesal, harusna dulu ngga usah diputusin 😂) Awalnya itu pengen bener fokus sama yang disebelah. Karena yang di sebelah menurut saya lebih penting dari pada si WP. Dan dari pada pikiran saya terbagi mending fokus ke salah satu.
    Ehh… Tapi setelah dua bulan berjalan ternyata bener bener rindu dengan si WP. Entah ada yang berbeda selama dua bulan kemarin. Ada ada saja yang bikin hati ngga plong Di setiap harinya. Setelah telusuri lebih dalam ternyaa memang gara gara nulis.. :3
     Ahh.. Memang berbeda hari tanpa nulis dengan hari yang diisi dngan nulis.. :3 ya walaupun Tulisan asih acak acakan begini.. Wkwkwk
    Begitu rindunya apakah ini awal dari cinta pada dunia kepenulisan..? :p

Adaptasi Gelap Seorang Amatiran

image

Bila adaptasi ini hanya memakan egoku untuk melihat sirius di gelap malam, aku tak akan pernah bisa melihat kebersamaan langit malam yang indah.

Salam ku untuk seorang sirius di langit malam…
Untukmu bintang sirius..
Kadang kagum terhadap sosokmu itu menjadi anugerah terindah dariNya
Sempat berfikir juga..
Kebersamaan kita akan berlanjut terus menerus..
Tapi…
Kini ku mulai sadar.
Ternyata adaptasi ini hanya bertahan sementara.
Adaptasi gelap yang selama ini ku lakukan
Kadang hanya membuat pagi yang harus ku songsong berantakan

Bersamamu….
Aku lupa mempersiapkan bekal untuk hari berikutnya.
Bersamamu…
Aku lupa bahwa ada hari baru yang harus ku jalani..

Mungkin…
Berhenti melakukan adaptasi gelap menjadi pilihanku saat ini.
Aku berhenti berkelana di malam ini.
Bukan karena tak ingin memandang indahnya langit malam..  

Indahlah di waktu yang tepat.

Astronomi Amatir Punya Cerita.. ^_^
Purbalingga 13, Oktober 2016

Sebuah UngkapanYang Harus Diungkapkan